Cara Merawat Kulit agar Awet Muda dan Segar

Cara Merawat Kulit agar Awet Muda
Kulit Awet Muda dan Segar tentu menjadi keinginan setiap orang dan tentu termasuk anda. Namun memang karena faktor usia, kulit akan menjadi lebih kering, kendur, keriput dan berbintik-bintik. Hal ini terutama terjadi pada kulit wajah karena merupakan yang paling tipis sehingga sangat rentan terhadap tanda-tanda penuaan.

Cepat lambatnya proses penuaan kulit tergantung pada gen dan faktor-faktor eksternal seperti radikal bebas. Radikal bebas merupakan senyawa oksigen agresif yang selalu hadir secara alami dalam tubuh, dan berfungsi untuk mengaktifkan kekebalan tubuh. Meski bermanfaat, namun apabila jumlahnya terlalu banyak, maka akan menyerang sel-sel tubuh termasuk sel-sel kulit sehingga menjadi mudah rusak.

Mencegah Radikal Bebas agar tidak Merusak Kulit

Pola hidup sehat dan perawatan kulit yang tepat bisa mencegak pembentukan radikal bebas dan memperlambat proses penuaan pada kulit. Adapun beberapa hal yang bisa mengurangi proses penuaan kulit dan menjaga kesehatan kulit adalah dengan merawat kulit secara teratur, menghindari paparan sinar matahari di siang hari, melakukan diet seimbang yang bervariasi, mendapat asupan cairan setiap hari, hindari rokok, cukup tidur dan rolahraga teratur.

Merawat Kulit Wajah

Merawat kulit yang umum adalah dengan mencuci wajah, dan cara ini memang  sangat penting untuk menjaga kebersihan kulit wajah, menjaga pori-pori wajah tidak tersumbat dan mencegah munculnya jerawat atau komedo. Mencuci wajah minimal dilakukan 2 kali sehari, selain itu pastikan saat tidur kulit wajah anda dalam keadaan yang bersih.

Saat tidur, tubuh akan meregenerasi sel kulit, termasuk sel kulit wajah. Proses ini sangat penting karena bisa memperbaiki kerusakan dan mengganti sel kulit yang mati dengan sel kulit yang baru. Proses regenerasi kulit tidak akan berjalan lancar apabila tertutupi oleh debu atau kotoran.

Sinar Ultraviolet Merusak Kulit

Matahari menghasilkan Sinar ultraviolet yang akan membuat kulit menjadi kering dan memiliki garis-garis kerutan halus terutama kulit di dahi, pipi dan sekitar mata. Untuk itu, lindungilah kulit dari bahaya radiasi sinar matahari. Hindari paparan sinar matahari secara langsung terutama pada pukul 11.00 s.d. 15.00. Apabila terpaksa harus bekerja di bawah sengatan sinar matahari, gunakan terlebih dahulu tabir surya minimal 30 menit sebelumnya dan oleskan lagi dua jam setelahnya.

Makanan tepat untuk Kulit Sehat

Kulit sehat bisa didapatkan dengan  mengkonsumsi buah-buahan, sayur-sayuran dan biji-bijian setiap hari. Konsumsi Daging, unggas, dan ikan sebenarnya cukup dimakan 2-3 kali seminggu dengan porsi secukupnya. Anda juga harus minum air putih yang cukup atau minimal minimal 2 liter atau 8 gelas air putih per hari.

Paparan Rokok Merusak Kulit

Merokok membuat pucat kulit dalam jangka panjang dan mempercepat penuaan kulit. Rokok akan memperbanyak timbulnya radikal bebas di dalam tubuh sehingga merusak sel-sel tubuh. Nikotin di dalam rokok menyebabkan pembuluh darah sempit sehingga kulit kekurangan pasokan darah dan menerima nutrisi yang lebih sedikit.

Seseorang yang kurang tidur akan membuat kulit tidak dapat pulih sepenuhnya, sehingga kulit menjadi stres dan memburuk. Rata-rata orang tidur 6-7 jam di malam hari sudah cukup untuk memulihkan kondisi tubuh. Merawat Kulit agar Awet Muda dan Segar juga harus didukung dengan melakukan aktifitas fisik atau ulahraga secara rutin. Dengan cara ini, sirkulasi darah di seluruh bagian tubuh termasuk kulit akan baik, sehingga sel-sel kulit akan mendapatkan nutrisi yang cukup. Olahraga juga akan melatih otot akan mengencangkan kulit di atasnya.

Ringkasan:
  • Faktor usia akan membuat kulit menjadi lebih kering, kendur, keriput dan berbintik-bintik,
  • Rutin mencuci wajah akan menghindarkan dari munculnya jerawat atau komedo,
  • Cara Merawat Kulit agar Awet Muda dan Segar bisa dengan mengkonsumsi sayuran dan buah serta berolahraga rutin.

Berhubungan yang Aman saat Istri Hamil

Hubungan Suami Istri saat Hamil
Keinginan untuk berhubungan suami istri selama hamil merupakan hal yang wajar, dan kehamilan bukan merupakan halangan, selama Ibu Hamil tidak dinyatakan sebagai kehamilan yang berisiko. Hal ini dikarenakan berhubungan saat hamil bisa memisu kontraksi, terutama pada usia kehamilan trimester ketiga, dan hal ini adalah normal. Apabila hal ini menyebabkan rasa tidak nyaman, cobalah untuk relaksasi atau hanya berbaring sampai kontraksi yang Bunda rasakan menghilang.

Berhubungan suami istri saat hamil mempunyai manfaat psikologis dan fisik yang banyak. Memang aktifitas ini bisa menyebabkan kontraksi rahim yang bersifat sementara, namun tidak berbahaya. Aktifitas ini juga tidak akan menyebabkan keguguran. Selain itu janin juga tidak akan terluka ketika seorang wanita hamil berhubungan dengan suaminya. Hal ini dikarenakan Cairan ketuban dan otot-otot yang kuat dalam rahim melindungi janin di dalam kandungan.

Alasan Wanita Hamil Menghindari Hubungan Suami Istri


Beberapa wanita tidak ingin melakukan Hubungan Suami Istri, dan memang sebaiknya Suami tidak memaksa. Perubahan saat hamil bisa menyebabkan perasaan tidak nyaman pada saat atau setelah Hubungan Suami Istri. Peningkatan aliran darah ke daerah panggul selama hamil bisa menyebabkan alat kelamin membesar, sehingga beberapa wanita merasa tidak nyaman setelah berhubungan Suami Istri.

Waktu melakukan Hubungan Suami Istri saat Hamil

Berhubungan Suami Istri saat Hamil bisa dilakukan kapan saja asalkan tidak sampai menyakiti dan menyebabkan Ibu Hamil merasa tidak nyaman. Namun, memang terlalu sering Berhubungan Suami Istri saat hamil juga tidak baik. Hal ini karena bisa  memicu infeksi saluran kencing (ISK) yang apabila tidak diobati bisa menyebabkan masalah dalam kehamilan. Agar terhindar dari infeksi bunda harus mencuci alat kelamin sebelum dan setelah Berhubungan Suami Istri. Bunda sebaiknya juda mengosongkan kandung kemih (kencing) setelah Berhubungan Suami Istri.

Larangan Berhubungan Suami Istri saat Hamil

Berhubungan Suami Istri saat Hamil sebaiknya tidak dilakukan apabila Ibu hamil mengalami perdarahan, nyeri perut atau kram, cairan ketuban rusak atau pecah, mempnyai herpes genital, riwayat kelemahan serviks, plasenta letak rendah (plasenta previa), memiliki riwayat persalinan prematur, dan hamil kembar atau lebih.

Jika Anda pernah mengalami perdarahan berat dalam kehamilan, Berhubungan Suami Istri dapat meningkatkan risiko perdarahan lebih lanjut. Meskipun tidak ada bukti kuat bahwa Berhubungan Suami Istri akan membuat kondisi tersebut lebih buruk, namun banyak dokter akan menyarankan untuk menghindari seks sebagai tindakan pencegahan.

Posisi Berhubungan saat Hamil

Rasa nyaman yang dirasakan ibu hamil merupakan patoka utama apakah Posisi Berhubungan Suami Istri sudah benar apa belum. Rasa nyaman ini mungkin akan berubah-ubah sesuai dengen usia kehamilan. Untuk ibu Bunda harus berkomunikasi dengan suami untuk aktifitas ini.

Ringkasan:
  • Berhubungan suami istri saat hamil boleh dilakukan, selama Ibu Hamil tidak dinyatakan sebagai kehamilan yang berisiko,
  • Berhubungan yang Aman saat Istri Hamil dilakukan dengan beberapa batasan yang disesuaikan dengan usia kehamilan,
  • Posisi berhubungan saat hamil yang terpenting adalah rasa nyaman yang dirasakan oleh istri.

Cara Memasukkan Benang IUD yang Keluar

Cara Mengecek Benang IU
Memasukkan Benang IUD yang Keluar sering menjadi pertanyaan ibu yang menggunakan Alat Kontrasepsi ini untuk mengatur jarak kehamilan. Namun untuk mengetahui apakah IUD masih berfungsi dengan baik atau tidak, Bunda perlu memeriksanya secara rutin. Bunda harus tahu apakah IUD / Spiral yang anda gunakan berada pada posisi yang benar atau tidak.

Secara umum, terdapat dua benang di bagian ujung IUD. Setelah IUD dimasukkan dalam rahim, maka benang tersebut akan dibiarkan menggantung di leher rahim dan ujungnya berakhir di saluran v*gina. Benang ini digunakan untuk mengecek posisi IUD dan digunakan untuk mengeluarkan IUD kalau Anda ingin menghentikan pemakaian atau memang Masa Berlaku IUD telah berakhir.

Cara Memeriksa Benang IUD

Sebelum memeriksa Benang IUD, Bunda harus mencuci tangan terlebih dahulu. Setelah itu, ambil posisi duduk atau jongkok, lalu masukkan telunjuk atau jari tengan ke dalam v*gina hingga menyentuh leher rahim. Bunda akan mendapati area dengan tekstur padat-elastis mirip ujung hidung.

Setelah itu, rasakan ada ujung benang yang keluar dari leher rahim atau tidak. Apabila benang IUD teraba, maka kemungkinan besar Spiral masih tetap pada tempatnya, sehingga alat kontrasepsi ini bekerja efektif.

Namun apabila benang IUD / Spiral teraba lebih panjang atau lebih pendek dibandingkan waktu terakhir kali Bunda memeriksanya, atau bahkan Bunda merasakan bagian batang yang keras dari ujung Spiral, kemungkinan besar posisi IUD telah bergeser.

Untuk membenarkan kembali posisi Benang atau bahkan IUD / Spiral yang bergeser tidak bisa dilakukan sendiri, dan harus dengan bantuan dokter. Jangan pernah menarik atau memasukan benang IUD sendiri karena bisa membuat IUD semakin melenceng dari tempat semestinya. Apabila bunda belum sempat ke dokter untuk memperbaiki posisi IUD, maka pastikan selalu gunakan kondom untuk mencegah kehamilan saat berhubungan suami istri.

Frekuensi Pengecekan Benang IUD

Jarak untuk mengecek benang IUD yang baik minimal sekali sebulan, terutama dilakukan saat menstruasi. Saat menstruasi, risiko IUD bergeser atau keluar lebih besar dibandingkan hari-hari biasa. Bunda sebaiknya juga selalu memeriksa pembalut atau tampon untuk jaga-jaga, siapa tahu IUD / Spiral yang Bunda gunakan ternyata sudah keluar dan tersangkut pada permukaan pembalut atau tampon.

Resiko Kehamilan saat IUD Bergeser

IUD / Spiral yang bergeser dari tempatnya akan meningkatkan resiko kehamilan. Dan begitu Bunda dinyatakan positif hamil, maka IUD harus segera dikeluarkan. Bunda yang hamil saat menggunakan IUD sebaiknya rutin melakukan memeriksakan kehamilan karena sangat berisiko terkena infeksi panggul, kehamilan di luar kandungan (kehamilan ektopik), keguguran, dan melahirkan prematur.

Ringkasan:
  • Benang IUD / Spiral yang Keluar menjadi indikasi bahwa posisi IUD bergeser dari tempat yang semestinya,
  • Memasukkan Benang IUD / Spiral yang Keluar harus dilakukan oleh dokter dan tidak boleh dilakukan sendiri,
  • Bergesernya IUD / Spiral akan mengurangi efektifitas kinerja IUD dan meningkatkan resiko terjadinya kehamilan.

Bahaya Infeksi Air Ketuban pada Ibu Hamil dan Bayi

Infeksi Cairan Ketuban
Infeksi Air Ketuban disebabkan karena bakteri, yang bisa masuk dari daerah v*gina, Anus, Dubur kemudian masuk ke rahim Ibu Hamil. Adapun bakteri yang sering menjadi peyebab Infeksi Air Ketuban adalah bakteri E. coli, kelompok bakteri streptokokus B, dan bakteri anaerob.

Infeksi Air Ketuban atau sering juga disebut Chorioamnionitis bisa terjadi pada 1-2% Ibu Hamil. Dan Ibu Hamil yang mengalami Chorioamnionitis harus melahirkan bayi dengan segera, karena bisa menyebabkan kelahiran prematur serta infeksi serius pada ibu dan janin.

Kondisi Berisiko Infeksi Air Ketuban

Infeksi Cairan Ketuban lebih sering terjadi pada Ibu Hamil yang pernah mengalami kebocoran ketuban dini, Selaput janin pecah (air ketuban rusak) dalam jangka waktu lama, Ibu Hamil berusia kurang dari 21 tahun, Kehamilan pertama, Proses kelahiran berlangsung dalam waktu yang lama, Ibu Hamil menjalani pemeriksaan v*g*na saat persalinan, Mengalami infeksi menular s*ksual dan pada Ibu Hamil yang mengalami pemantauan kondisi janin atau rahim yang berlebihan

Tanda-Tanda Infeksi Air Ketuban

Chorioamnionitis atau Infeksi Caira Ketuban tidak selalu menunjukkan tanda-tanda, namun beberapa ibu hamil dengan chorioamnionitis bisa saja mengalami gejala-gejala seperti di bawah ini.
  • Demam,
  • Jantung Berdebar (takikardia),
  • Keluar keringat berlebihan,
  • Rahim menjadi lebih lunak jika disentuh,
  • Ibu Hamil mengalami keputihan dengan warna yang tidak biasa dan bau yang tidak sedap,
Komplikasi Akibat Infeksi Pada Cairan Ketuban

Chorioamnionitis atau Infeksi Air Ketuban bisa menyebabkan komplikasi, terutama apabila ibu hamil yang mengalami ciri-ciri diatas, tidak segera memeriksakannya ke dokter. Adapun Kompikasi yang dimaksud seperti:
  • Bakteremia, infeksi dalam aliran darah yang dapat menyebabkan sepsis yang nyawa ibu.
  • Endometritis atau infeksi pada endometrium (lapisan rahim),
  • Terjadi pembekuan darah di daerah panggul dan paru-paru Ibu Hamil,
  • Ibu Hamil mengalami perdarahan berat selama persalinan,
  • Kelahiran caesar,
  • Terjadi Infeksi pada bayi karena Cairan Ketuban telah mengandung bakteri.
Bahaya Infeksi Cairan ketuban terhadap Bayi

Bayi yang dilahirkan dari ibu yang mengalami chorioamnionitis bisa mengalami komplikasi dari infeksi bakteri. Adapun efek samping bayi keracunan air ketuban diataranya adalah:
  • Sepsis atau infeksi pada darah bayi,
  • Meningitis atau infeksi pada selaput otak dan sumsum tulang belakang bayi,
  • Pneumonia atau infeksi pada paru-paru pada,
  • Bakteremia, yang lebih sering terjadi pada bayi prematur,
  • Kejang,
  • Cerebral palsy,
  • Kematian pada bayi,
Penanganan Infeksi Pada Cairan Ketuban

Apabila ibu hamil mengalami tanda-tanda chorioamnionitis, seperti takikardia, demam, atau keputihan yang tidak biasa, sebaiknya segera melakukan periksakan ke dokter dan melakukan USG. Saat pemeriksaan dokter akan melakukan tes amniosentesis atau tes darah untuk memastikan apakah Anda mengalami chorioamnionitis atau tidak.

Apabila positif, kemudian dokter akan mempertimbangkan apakah Janin harus dilahirkan segera atau tidak. Untuk infeksi yang belum seriub Ibu Hamil akan diberikan antibiotik untuk menghilangkan bakteri penyebab chorioamnionitis. Namun apabila infeksi sudah sangat serius dan dapat membahayakan keselamatan janin di dalam kandungan, maka bayi harus segera dilahirkan. Setelah bayi lahir, Ibu dan bayi akan diberi antibiotik agar infeksi yang disebabkan oleh bakteri bisa dihilangkan.

Ringkasan:
  • Infeksi Air Ketuban disebabkan karena bakteri, yang bisa masuk melalui v*gina, Anus, Dubur,
  • Bakteri yang sering menjadi penyabab Infeksi Air Ketuban adalah bakteri E. coli, kelompok bakteri streptokokus B, dan bakteri anaerob,
  • Ciri Ibu Hamil mengalami Infeksi Cairan Ketuban seperti: demam, Jantung Bedebar, Berkeringat, dan Keputihan parah.

Makanan yang Membuat ASI Berkualitas dan Berlimpah

Makanan untuk ASI Berkualitas
Tahukan anda, ternyata ada Makanan yang Membuat ASI Berkualitas dan Berlimpah? Hal ini tentu informasi penting, terutama bagi Ibu yang baru saja melahirkan, dimana ASI tidak banyak atau bahkan tidak mau keluar. ASI merupakan satu-satunya sumber nutrisi yang diperlukan oleh bayi dibawah 6 bulan. Kondisi ini tentu akan sangat berpengaruh terhadap Pertumbuhan Bayi yang bisa maksimal atau tidak.

Mengatasi ASI tidak banyak bisa diatasi dengan banyak hal, dan untuk cara yang alami adalah dengan mengkonsumsi beberapa Makanan yang Membuat ASI Berkualitas dan Berlimpah, yang telah  diantaranya:
  • Bayam merupakan jenis sayuran berdaun hijau yang sangat disarankan untuk Ibu Menyusui. Bayam Mengandung banyak vitamin, zat besi dan asam folat yang bermanfaat untuk menghasilkan ASI yang berkualitas dan berlimpah. Untuk mendapatkan manfaatnya, Bunda bisa mengonsumsi bayam setidaknya satu sampai dua kali sehari.
  • Wortel merupakan sayuran yang sangat bermanfaat untuk Ibu Menyusui. Wortel bermanfaat sebagai booster ASI, dan kandungan vitamin A di dalamnya dapat meningkatkan kualitas ASI. Wortel bisa konsumsi dengan cara direbus terlebih dahulu atau dibuat dalam bentuk jus dengan campuran susu ataupun jus wortel murni. Untuk memperlancar Produksi ASI, Wortel bisa dikonsumsi satu kali setiap hari.
  • Daun Katuk mengandung zat booster ASI yang disebut laktagogum dan dipercaya bisa Meningkatkan Produksi ASI. Daun Katuk juga banyak mengandung steroid dan polifenol yang bisa meningkatkan kadar prolaktin sehingga mempercepat dan melancarkan produksi ASI. Daun katuk bisa dikonsumsi sebagai lalapan dan direbus seperti bayam.
  • Daun Ubi Jalar banyak mengandung zat laktogagum untuk meningkatkan produksi ASI. Daun ubi jalar tinggi akan karotenoid yang berfungsi sebagai antioksidan dan sumber zat besi. Untuk menambah kualitas ASI, Bunda juga disarankan mengonsumsi ubi jalar. Kandungan gizi pada ubi jalar lebih tinggi dibandingkan kentang, dan mengandung nutrisi yang cukup komplit seperti serat, zat besi, vitamin A, vitamin C, folat, B2, B6 dan biotin.
  • Beras Merah merupakan sumber karbohidran dan sumber serat yang baik di konsumsi oleh ibu hamil dibandingkan dengan beras putih. Beras merah juga berperan penting untuk Meningkatkan Produksi ASI menjadi lebih berlimpah.
  • Ikan Salmon merupakan sumber protein yang dapat mencerdaskan otak, dan kandungan asam lemak essensial dan omega 3 ternyata bisa membuat ASI lebih berkualitas. Ikan salmon juga termasuk ikan laut yang mengandung kadar merkuri rendah sehingga aman dikonsumsi setiap hari.
Ringkasan:
  • Makanan yang Membuat ASI Berkualitas dan Berlimpah seperti Bayam, Wortel, Daun Katuk, Daun Ubi Jalar, Beras Merah dan Ikan Salmon,
  • Bayam Mengandung banyak vitamin,  zat besi dan asam folat yang bermanfaat untuk menghasilkan ASI yang berkualitas dan berlimpah,
  • Daun katuk mengandung laktagogum, steroid dan polifenol yang diketahu mampu membuat produksi asi menjadi lebih banyak.

Frekuensi Minum Susu untuk Bayi Usia 1 Bulan

Frekuensi Minum ASI
Air Susu Ibu Merupakan satu-satunya jenis asupan yang diperlukan oleh bayi usia 0 sampai genap satu bulan. Rekomendasi ini dilakukan dengan tujuan untuk menjaga kesehatan bayi, karena memang hanya ASI merupakan sumber nutrisi yang terbaik bagi bayi usia berusia kurang dari 6 bulan. Adapun Frekuensi Frekuensi minum Air Susu Ibu (ASI) yang baik untuk bayi 1 bulan berikutnya akan Tips Kesehatan Keluarga Bunda Ulas pada Artikel ini.

Dengan hanya mengkonsumsi ASI, buah hari anda akan terhindari dari risiko alergi, terhindari dari infeksi saluran pencernaan bayi, meningkat daya tahan tubuh bayi, dan juga meningkatkan kedekatan emosional antara ibu dan buah hati. Untuk bayi berusia kurang dari 1 bulan, mempunyai frekuensi menyusu hampir setiap jam sekali. Hal ini dikarenakan pada masa ini, bayi sedang mengalami pertumbuhan yang sangat pesat.

Bayi Usia Dibawah 1 Bulan Minum Susu Berapa ml?

Bayi berusia 1 bulan akan menyusu sekitar 80 hingga 150 ml sekali minum. Frekuensi menyusu ini antara 8 - 12 kali dalam sehari atau sekitar 1 - 3 jam sekali. Adapun Indikator dari baik atau tidaknya kualitas dan kuantitas ASI bukan dinilai dari cepat atau lambatnya bayi minta menyusu, namun dilihat dari pertumbuhan anak (berat badan bayi, tinggi badan bayi dan lingkar kepala bayi). Selama Pertumbuhan Bayi baik sesuai dengan usianya, berarti ASI Eksklusif yang Bunda berikan sudah cukup.

Pemberian Susu Formula untuk Bayi 1 Bulan

Pemberian susu formula untuk bayi harus sangat dibatasi, dan diberikan apabila hanya ada kondisi yang darurat yang mengharuskannya. Sebagai contoh apabila ibu meninggal atau ibu sakit dan belum ditemukan donor ASI yang sesuai, Ingat utamakan untuk mencari Donor ASI.

Apabila memang terpaksa menggunakan Susu Formula, Frekuensi dan Takaran Susu Formula harus sesuai dengan petunjuk yang telah dijelaskan di kemasan masing-masing susu formula tersebut.

Sama halnya seperti orang dewasa, bayi bukanlah kalkulator, yang bisa diprediksi secara akurat kapan lapar, kapan haus, berapa banyak menyusui , berapa jam sekali buang air besar ataupun kencing. Semua sangat bervariasi tergantung dari usia, kebiasaan, kondisi lingkungan, atau penyakit tertentu.

Cara Meningkatkan Kualitas dan Kuantitas ASI

Adapun bagi bunda yang ingin meningkatkan kualitas dan kuantitas ASI untuk mendukung pertumbuhan bayi, bisa melakukan tips sebagai berikut:
  • Menyusui bayi usia di bawah satu bulan secara teratur paling tidak 1-2 jam sekali,
  • Perah ASI setiap kali tidak sedang disusui (bayi tidur terlalu lama)
  • Jangan sampai stres,
  • Pastikan waktu Istirahat anda cukup dan berkualitas,
  • Minum 8-12 gelas perhari,
  • Mengkonsumsi Makan makanan bergizi.
Semoga penjelasan diatas berguna bagi anda Ibu Menyusui, apabila ada permasalahan yang belum terjawab silakan berkonsultasi langsung dengan konselor laktasi atau dokter spesialis anak di rumah sakit di sekitar rumah Bunda.
Ringkasan:
  • Pemberian ASI Eksklusif bertujuan untuk menjaga kesehatan bayi agar terhindar dari alergi dan gangguan pencernaan, 
  • Bayi berusia 1 bulan akan menyusu sekitar 80 hingga 150 ml sekali minum dengan sekitar 1 - 3 jam sekali,
  • Pemberian susu formula untuk bayi sangat tidak disarankan kecuali ada kondisi yang darurat seperti ibu meninggal atau sakit dan tidak mendapatkan donor ASI.

Ciri-Ciri Iritasi atau Alergi Pembalut Wanita

Alergi Pembalut Wanita
Alergi Pembalut Wanita ditandai dengan munculnya ruam kemerahan saat atau sesudah pemakaian pembalut. Iritasi atau Alergi pembalut juga sering disebut sebagai dermatitis sanitary pad. Kondisi ini terjadi ketika kulit di sekitar selangkangan bereaksi oleh bahan-bahan yang ada pada pembalut saat menstruasi.

Pembalut wanita memang tidak sepenuhnya terbuat dari kapas murni, karena banyak produsen yang mengklaim bahwa pembalut berisi kapas dengan kekuatan menyerap cairan darah secara maksimal. Padahal sebagian menggunakan juga bantalan gel yang mengandung dioksin, serat sintetis, dan produk petrokimia.

Ada sebagian kandungan di dalam beberapa Merek Pembalut Berbahaya juga mengandung plastik yang bisa menimbulkan reaksi tertentu pada v*g*na. Beberapa pembalut juga mengandung infinicel yang bisa menampung 10 kali daya berat cairan. infinicel  merupakan bahan kimia yang apabila dibakar akan menghasilkan asap hitam.

Gejala Iritasi atau Alergi Pembalut Wanita

Beberapa orang atau mungkin termasuk anda yang mengalami kulit sensitif, kemungkinan akan mengalami reaksi terhadap bahan-bahan kimiawi dalam pembalut, yang ditandai dengan gejala Muncul ruam merah di sekitar v*g*na, Gatal, muncul rasa panas seperti sensasi terbakar, Keputihan, V*g*na membengkak, Kulit kemerahan atau muncul benjolan gatal.

Cara Mencegah Alergi Pembalut Wanita

Banyaknya produk pembalut yang saat ini menggunakan bahan kimia sering menyebabkan Iritasi atau Alergi, sehingga bagi anda yang mempunyai kulit sensitif, ada beberapa alternatif untuk mengatasi alergi pembalut saat menstruasi dengan cara:

  • Memilih pembalut organik yang menggunakan 100 % kapas organik. Selain itu anda juga bisa
  • menggunakan bantalan mengandung bahan hypoallergenic. Bahan ini bisa mencegah rasa gatal dan ruam merah tanda alergi pembalut.
  • Menjaga Kebersihan dengan cara mengganti pembalut secara teratur, membersihkan kulit sekitar v*g*na sesering mungkin, dan memastikan sisa perekat pembalut dibersihkan secara tuntas.
  • Memakai menstrual cup yang berbentuk seperti corong minyak yang tidak mengandung bahan pemutih seperti yang terdapat pada kandungan bahan pembalut.


Cara Mengatasi Iritasi atau Lecet Akibat Pembalut Wanita

Rasa gatal serta kondisi kulit dengan Gejala Iritasi atau Alergi Pembalut Wanita bisa diatasi dengan cara sebagai berikut:
  • Mengompres dengan menggunakan air dingin untuk meredakan gatal.
  • Jangan menggaruk bagian yang gatal.
  • menjaga area intim agar tidak lembab seperti sering mengganti pakaian dalam dan mengeringkan dengan kain bersih area intim setelah buang air kecil.
  • Bersihkan vulva hanya dengan air hangat, dan jangan menggunakan sabun, semprotan parfum tubuh, pencucian feminin dan produk kesehatan pribadi berbasis kimia lainnya yang dapat mengganggu kulit Anda dan membuat gejala iritasi menjadi lebih buruk.
  • Jangan menggunakan pakaian ketat dan kain yang tidak memperlancar kulit bernafas.
  • Gunakan pembalut berbahan handuk atau katun lembut.
Apabila cara-cara diatas tidak mengurangi Gejala Iritasi atau Alergi Pembalut saat Menstruasi segera lakukan konsultasi ke dokter. Area organ intim wanita yang sering terpapar bahan-bahan kimia dari pembalut memang akan lebih rentan gatal atau bahkan iritasi pada permukaan v*g*na. Jangan sampai anda menggunakan obat yang tidak direkomendasikan oleh dokter.

Ringkasan:
  • Gejala Iritasi dan Alergi Pembalut Wanita ditandai dengan munculnya ruam kemerahan atau rasa gatal saat atau sesudah pemakaian pembalut,
  • Banyak Pembalut Wanita yang di buat dengan bahan-bahan kimia yang bisa memicu iritasi dan alergi pada kulit sensitf wanita,
  • Mencegah Alergi dan Iritasi karena pembalut wanita bisa dilakukan dengan mengganti pembalut secara teratur dan menjaga kulit sekitar v*g*na tetap kering.

Takaran Pemberian Asi Perah Bulan ke Bulan Usia Bayi

Takaran Pemberian Asi Perah
Cara paling tepat dan paling mudah memberikan ASI adalah dengan menyusui langsung oleh ibu. Namun memang kondisi ini akan menjadi masalah apabila Ibu sedang dalam keadaan sakit atau ibu bekerja sehingga tidak bisa sewaktu-waktu bersama buah hati. Takaran pemberian ASI untuk bayi baru lahir, usia satu bulan, dua bulan, tiga bulan, bulan ke bulan berikutnya sampai satu tahun tentu berbeda.

Takaran pemberi ASI ekslusif kepada bayi sebenarnya tidak ada aturan yang pasti untuk pemberian ASI. ASI akan sangat tepat apabila diberikan sebanyak dan sesering bayi mau. Pada awal-awal setelah dilahirkan akan ada peningkatan jumlah kebutuhan ASI pada bayi, dan kemudian, jumlahnya akan menetap hingga 6 bulan kehidupan bayi dan akan sedikit berkurang pada usia 6 bulan karena telah mendapatkan MPASI (Makanan Pendamping ASI).

Bagi buah hati yang minum ASI Perah, pengasuh bisa memberikan sesuai kebiasaan bayi, karena tentu kebutuhan bayi akan bervariasi. Namun memang secara teori, bayi baru lahir hanya membutuhkan ASI sebanyak 5-7 ml , dan meningkat pada hari ketiga sebanyak 25 ml air sekali minum. Pada bayi berusia 1 minggu, kebutuhan ASI bisa mencapai 40-60 ml dalam sekali minum.

Sedangkan Takaran Pemberian ASI Perah untuk Bayi Usia 1-6 bulan bisa mencapai 80-150 ml sekali minum tergantung kondisi buah hati masing masing. Adapun Frekuensi minum ASI pada bulan pertama sekitar 8-12 kali dalam satu hari. Setelah bayi berusia 1-2 bulan, frekuensi minum ASI akan cenderung berkurang menjadi 7-9 kali per hari.

Yang perlu diperhatikan adalah kondisi pertumbuhan bayi yang terus meningkat sesuai dengan grafik KMS. Apabila berat dan tinggi bayi dan perkembangan psikis bayi cukup baik maka Anda tidak perlu mengkhawatirkan seberapa banyak ASIP yang perlu dikonsumsi.

Pada Bayi berusia 6 bulan setelah mendapatkan MPASI, bayi umumnya mengonsumsi 800 mililiter ASI. Namun pada usia selanjutnya konsumsi ASI akan semakin menurun hingga hanya menjadi sekitar 600 mililiter pada saat buah hati berusia 1 tahun.

Adapun ciri bayi yang telah tercukupi kebutuhan ASI secara langsung maupun sari ASI Perah adalah Bayi tidak rewel dan tidur dengan lelap, frekuensi kencing bayi lebih dari 6 kali salam satu hari, tinja bayi berwarna gelap, hijau kehitaman atau  kuning, berat badan bayi meningkat, dari bulan ke bulan.

Ringkasan:
  • Jumlah kebutuhan ASI untuk bayi dari hari ke hari, bulan ke bulan tentu berbeda,
  • Setelah mendapatkan MPASI di usia 6 bulan, bayi umumnya akan mengonsumsi 800 mililiter ASI,
  • Anak berusia satu tahun, biasanya hanya akan mengkonsumsi ASI sebanyak 600 mililiter ASI.
Support : Profil Saya |
Copyright © 2013 - 2017. Tips Kesehatan Untuk Keluarga - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger