Tujuh Kelebihan IUD atau KB Spiral

Pemasangan IUD
Alat Kontrasepsi IUD atau spiral merupakan salah satu dari sekian banyak metode mengatur jarak kehamilan yang disetujui oleh American Academy of Pediatric. Alat kontrasepsi ini baik digunakan wanita dengan usia muda sampai mengalami monopuse.

Saran untuk penggunaan IUD tentu tidak dengan alasan yang sembarangan, karena penggunaan Alat Kontrasepsi ini sebenarnya mempunyai kelebihan-kelebihan yang diantaranya adalah:

IUD aman digunakan, karena efek samping IUD diawal peluncurannya telah mampu diatasi dengan baik. Masalah kesuburan dan infeksi panggul yang terjadi pada awal kemunculannya di tahun 1960-an sudah bisa diatasi dengna baik.

Pemasangan IUD mungkin sedikit sakit, namun masih bisa diatasi. Meski prosesnya cepat, pemasangan IUD secara teknis termasuk prosedur bedah minor. Saat Pemasangan, Dokter menggunakan spekulum untuk menemukan leher rahim, untuk kemudian melebarkannya dan memasukkan IUD melalui saluran serviks dan menempatkannya di dalam rahim. Saat pemasangan, anda mungkin akan mengalami kram, mirip ketika sedang haid.

IUD aman digunakan pada wanita yang belum pernah hamil, meski pemasangannya akan lebih mudah bagi wanita yang pernah melahirkan secara normal.

IUD bisa dilepas kapan saja dan caranya mudah, dan anda akan kembali subur setelahnya. IUD berbentuk seperti huruf T yang fleksibel, sehingga mudah saat akan dikeluarkan. Apabila anda memilih IUD non-hormonal, kesuburan akan kembali dalam waktu sekitar satu bulan. Namun apabila Anda menggunakan IUD hormonal, kesuburan Anda akan kembali dalam waktu tiga bulan.

Suami tidak akan merasakan IUD di dalam rahim saat berhubungan. Hal ini dikarenakan bagian bawah IUD dilengkapi dengan string. Dan saat kehangatan string menjadi serupa dengan suhu tubuh, IUD akan melembut dan bergulung di sekitar leher rahim. Namun, apabila menurut Anda IUD mengganggu Anda atau pasangan, segera berkonsultasilah dengan dokter, karena mungkin benang terlalu panjang atau pemasangan tidak pas atau IUD meleset.

IUD bisa mengubah periode haid yang tidak teratur dan mengalami kram bisa teratasi dengan penggunaan IUD.

Alat Kontrasepsi IUD mempunyai tingkat efektivitas hingga lebih dari 99 persen. Bandingkan dengan tingkat kegagalan pil, yang apabila Anda lupa meminumnya sesuai ketentuan, risiko kehamilan akan meningkat. Dan saat setelah pemasanan IUD anda tidak perlu melakukan apa-apa lagi untuk mencegah kehamilan. Kecuali melakukan pengecekan sesuai dengan saran dokter.

Ringkasan:

  • Alat Kontrasepsi IUD bisa digunakan wanita dengan usia muda sampai mengalami monopuse,
  • IUD bahkan aman digunakan untuk wanita yang belum pernah hamil,
  • Alat Kontrasepsi IUD atau sepiral mempunyai tingkat efektivitas lebih dari 99 %,

Penyebab dan Cara Mengatasi Saraf Terjepit

Saraf Terjepit digambarkan sebagai rasa tidak nyaman di kaki atau di pinggang dan cukup membingungkan karena sumber rasa sakit yang yang berpindah-pindah, serta rasa yang hilang dan muncul tidak dalaam waktu yang pasti.  Dalam dunia medis, penjepitan saraf dapat terjadi pada banyak tempat di tubuh baik itu di sekitar tulang belakang, di sekitar bahu, di pergelangan tangan, dan bahkan bisa terjadi di sela-sela otot.

HNP atau Hernia Nukleus Pulposus merupakan salah satu penyebab penjepitan saraf yang banyak ditemui. Dan bafian Pinggang merupakan anggota tubuh yang paling rawan terkena HNP. HNP di pinggang  menyebabkan nyeri lokal pada pinggang atau bahkan nyeri tersebut teridistribusi ke pantat, sepanjang kaki dan jari-jari kaki. HNP pinggang bisa digambarkan sebagai rasa kesemutan di paha, betis, sisi luar ankle.  Rasa baal atau mati rasa di ujung-ujung jari. Rasa terbakar atau panas pada pantat, paha juga pada betis. Rasa pegel dibelakang dengkul dan di ankle. Bahkan, apabila HNP pada pinggang sudah parah bisa mengakibatkan penurunan kekuatan otot, sehingga tidak mampu mengangkat jempol kaki atau berat mengangkat ankle sampai kelumpuhan.

Adapun beberapa hal yang dapat memicu terjadinya HNP adalah sebagai berikut:

  • Mengangkat barang dengan posisi membungkuk akan meningkatkan tekanan didalam bantalan sendi pada pinggang yang meningkatkan resiko melejitnya bantalan sendi kebelakang.
  • Pemendekan otot belakang paha dan betis, Menyebabkan beban kerja pinggang menjadi lebih besar pada gerakan-gerakan membungkuk.
  • Postur tubuh flat atau melurus, pada beberapa orang akan ditemui postur pingang melurus yaitu kurva lordosis pinggang kurang. Faktor yang meningkatkan terjadinya HNP, walaupun tidak semua postur flat akan mengalami. Semua tergantung kebiasaan kerja.

Bagi anda yang saati ini mengalami gejala HNP, bisa melakukan hal-hal di bawah ini:
  • Memakai korset sehingga akan membantu kinerja pinggang dengan menjaga postur dari pinggang dan meningkatkan stabilitas pasif pinggang.
  • Mengganti alas tidur dengan alas yang lebih keras, sehingga pada waktu tidur posisi tulang belakang anda pada posisi normal.
  • Mengkonsumsi Obat nyeri, yang diresepkan oleh dokter.
  • Fisioterapi, pada grade awal HNP, fisioterapi terbukti bermanfaat mengurangi keluhan. Bekerja langsung pada penekanan saraf, dengan tehnik mobilisasi nucleus akan mengembalikan bentuk diskus dan melepas penjepitan saraf.
  • Konsultasikan dengan dokter atau fisioterapis, pada kondisi tertentu teknik terapi dan latihan ini justru menambah berat keluhan.
  • Operasi, pada grade akhir perlu dilakukan operasi untuk membuka penjepitan saraf.
Tips Mencegah Saraf Terjepit:
  • Saat mengangkat Benda letakan sedekat mungkin dengan badan, jongkok dengan pinggang lurus, kontraksikan otot perut tanpa menahan nafas, baru diangkat.
  • Biasakan bangun tidur dengan miring terlebih dahulu, bangun dengan posisi lurus akan meningkatkan tekanan pada pinggang.
  • Penguluran otot paha dan betis belakang, bisa dilakukan seperti mencium lutut, lebih baik satu persatu kaki, gerakan harus halus, ulur maksimal tahan 1 menit.
  • Olah raga teratur seperti berenang, dengan olah raga stabilitas pinggang dan tubuh akan meningkat. 
Ringkasan:
  • Saraf Terjepit ditandai dengan rasa tidak nyaman di kaki atau di pinggang dengan rasa sakit yang berpindah-pindah dengan waktu yang tidak pasti,
  • Mengangkat barang dengan posisi yang tidak tepat menjadi penyebab paling sering saraf terjepit,
  • Rasa sakit pada saraf terjepit bisa diatasi dengan memakai korset, Mengganti alas tidur, Mengkonsumsi Obat nyeri, Fisioterapi.

Menjaga Kebugaran Ibu Hamil dengan Senam

Gerakan Senam Hamil
Ibu Hamil tentu membutuhkan tubuh yang sehat dan bugar untuk menjalankan segala aktifitasnya. Tubuh sehat Ibu Hamil diperoleh dengan mengkonsumsi makanan sehat dan bergizi,  istirahat cukup dan olah raga yang seimbang . Dengan tubuh yang sehat dan bugar ibu hamil akan lebih mudah beraktifitas  dan terhindar dari stres selama kehamilan.

Kegiatan olah tubuh seperti senam hamil untuk Ibu Hamil, selain untuk menjaga kebugaran juga diperlukan untuk mempersiapkan proses persalinan. Senam hamil merupakan terapi latihan gerak pada ibu hamil yang berupa latihan relaksasi dan pernafasan untuk mempersiapkan ibu hamil secara fisik maupun mental untuk menghadapi proses persalinan . Adapun Senam Ibu Hamil sebaiknya dilakukan secara rutin setelah usia kehamilan 20 minggu sampai menjelang persalinan, atau memang ada tanda bahaya dalam kehamilan .

Semua wanita dengan kehamilan yang tidak mengalami kegawatan kehamilan bisa mengikuti latihan senam hamil. Hal ini dikarenakan, latihan secara teratur sangat bermanfaat untuk relaksasi dan melatih pernapasan. Teknik pernapasan yang tepat telah digunakan sejak lama untuk membantu mempermudah proses persalinan. Sedangkan latihan relaksasi akan membantu ibu hamil untuk mengurangi rasa sakit saat kontraksi.

Senam Ibu Hamil dilakukan  sesuai dengan usia kehamilan, yang dibagi menjadi tiga trimester masa kehamilan . pada masing-masing trimester mengandung rangkaian gerakan  berbeda  antara satu dengan yang lainnya. Gerakan Senam Hamil tersebut disesuaikan dengan perkambangan kehamilannya, adapun contoh Gerakan Senam Ibu Hamil seperti:
  • Latihan Senam Hamil untuk relaksasi dan pernafasan,
  • Latihan Senam Hamil untuk kelenturan otot-otot sehingga diperoleh kerjasama otot yang berfungsi untuk melancarkan proses persalinan,
  • Latihan Senam Hamil untuk pelemasan sendi , sifat lemas dari persendian akan membantu ibu dalam mengambil posisi / sikap persalinan.
Adapun manfaat latihan senam hamil adalah sebagai berikut:
  • Mempersiapkan Ibu Hamil secara fisik dan mental dalam menghadapi persalinan . Melakukan gerakan yang dibutuhkan selama proses persalinan yang akan membantu bayi lebih mudah melewati rongga panggul.
  • Latihan Senam Ibu Hamil baik untuk mengatasi kegelisahan atau kekhawatiran yang dirasakan selama Kehamilan.
  • Melatih otot kaki dan otot panggul dengan tujuan mengurangi dan mencegah pegal-pegal, sakit pinggang, sakit punggung, dan rasa nyeri daerah lipatan paha.
  • Membantu konsentrasi yang sangat penting dalam proses persalinan.
  • Memperbaiki dan mempertahankan posisi janin agar bagian kepala tetap di bawah atau janin tidak sungsang.
  • Membentuk dan mempertahankan postur tubuh dan tulang belakang  ibu hamil agar tidak terganggu.
Untuk melakukan latihan Senam Hamil, anda bisa mempersiapkan perlengkapan seperti:
  • Karpet atau alas untuk senam pastikan tidak licin dan rata,
  • Pakaian olah raga yang cukup longgar, nyaman dan menyerap keringat,
  • Handuk kecil,
  • Air minum.
Setelah mengetahui betapa besar manfaat senam ibu hamil dalam selama masa kehamilan dan untuk mempersiapkan persalinan, maka marilah para ibu hamil  mengikuti latihan senam hamil.  Semoga kehamilan anda lebih menyenangkan dan diberikan kelancaran saat persalinan.

Ringkasan:
  • Gerakan Senam Hamil bisa dilakukan sesuai dengan usia kehamilan, dan dimulai pasa usia kehamilan 20 minggu,
  • Senam Ibu Hamil membantu menjaga kebugaran dan mempermudah proses persalinan,
  • Gerakan Senam Hamil yang dilakukan rutin bisa mencegah atau mengurangi kejala-gejala gangguan kesehatan selama hamil.

Obat yang Aman Dikonsumsi Ibu Hamil

Obat untuk Ibu Hamil
Hal yang dikhawatirkan Ibu Hamil adalah mengalami gangguan kesehatan, dan tidak tahu apakah obat yang biasanya dikonsumsi aman atau tidak untuk kondisi kehamilannnya. Kondisi ini tentu sering dialami ibu hamil, dan mungkin termasuk anda, untuk itu pada kesempatan ini Tips Kesehatan Keluarga Bunda akan membahas mengenai Obat yang Aman Dikonsumsi Ibu Hamil.

Alane Park selaku dokter dan penulis buku The Mommy Docs Ultimate Guide To Pregnancy and Birth, menyatakan kebanyakan obat cukup aman dikonsumsi oleh ibu hamil. Adapun rekomendasi obat-obatan yang aman dikonsumsi untuk ibu hamil, adalah sebagai berikut:

Penghilang nyeri pada Ibu Hamil, bisa menggunakan Obat golongan parasetamol sesuai dosis yang dianjurkan. Adapun obat pereda nyeri yang lain seperti ibuprofen dan naproxen tidak disarankan karena bisa mengurangi cairan ketuban di semester akhir kehamilan. Selain itu Obat yang mengandung ibuprofen bisa membuat pembuluh darah di jantung bayi menutup sebelum waktunya.

Obat Sembelit pada Ibu Hamil, sebenarnya bisa menggunakan obat pencahar yang dijual bebas di apotek. Namun yang lebih baik adalah dengan asupan serat dari buah-buahan dan sayuran. Ibu Hamil Sulit BAB  sering terjadi karena meningkatnya hormon progesteron yang memperlambat sel otot sehingga gerakan usus menjadi tidak aktif.

Gangguan pencernaan dan Heartburn pada Ibu Hamil disebabkan karena meningkatnya hormom progesteron. Obat yang dijual bebas di apotek biasanya tidak terlalu kuat mengatasi keluhan ini, sehingga lebih baik Ibu Hamil melakukan dengan dokter. Sebagai usaha pencegahan, anda sebaiknya makan dalam porsi kecil namun sering, dan hindari makan makanan berat dua jam sebelum tidur.

Infeksi saat Hamil, seperti radang tenggorokan atau infeksi saluran kemih, biasanya diperlukan antibiotik. Obat-obatan golongan penisilin cukup aman dan tidak pernah ada laporan adanya kasus cacat lahir atau adanya gangguan kesehatan pada janin yang disebabkan karena penggunaan obat ini.

Keputihan pada Ibu Hamil tidak terlalu berbahaya terhadap kondisi kehamilan, namun bisa menyebabkan rasa tidak nyaman karena menyebabkan rasa gatal pada organ genital wanita. Obat pil antijamur tidak dianjurkan karena berbahaya bagi janin, sehingga untuk Pengobatan Keputihan pada Ibu Hamil bisa menggunakan obat krim dosis rendah untuk dioleskan pada organ intim.

Flu saat Hamil tentu merupakan hal yang sangat mungkin terjadi, hal ini karena kekebalan tubuh saat hamil tidak sekuat saat sebelum kehamilan. Untuk gangguan flu berat, obat antivirusoseltamivir (tamiflu) tergolong aman untuk mengurangi gejala dan durasi sakit pada Ibu Hamil.

Obat yang aman untuk penyakit kronik, seperti asma, diabetes, atau hipertensi sebaiknya harus dikonsumsi dengan anjuran dokter. Hal ini tentu untuk mengurangi resiko efek berbahaya untuk janin di dalam kandungan. Pada umumnya pengobatan boleh dilanjutkan, namun dalam dosis paling rendah. Tujuannya adalah membuat penyakit tetap terkontrol, karena risikonya bisa lebih besar bagi janin.

Ringkasan:
  • Obat yang Aman Dikonsumsi Ibu Hamil bisa diketahui dengan membaca indikasi pada kemasan, apabila tidak boleh untuk ibu hamil maka sebaiknya tidak dikonsumsi,
  • Gangguan kesehatan yang sering dialami oleh ibu hamil seperti, nyeri, Sembelit, Gangguan pencernaan, Infeksi, Keputihan dan Flu,
  • Apabila ada keraguan dalam mengkonsumsi obat, sebaiknya berkonsultasi dahulu dengan dokter untuk mendapatkan obat yang benar-benar aman untuk ibu hamil.

Resiko Kebutaan pada Ibu Hamil yang Menderita Diabetes

Diabetes pada Ibu Hamil
Ibu Hamil yang mempunyai penyakit diabetes harus rutin melakukan periksa kesehatan mata. Hal ini dikarenakan, pada pasien diabetes terutama saat hamil akan meningkatkan risiko terkena retinopati diabetik atau kerusakan pada retina mata.

Dr. Olivia Cicilia Walewangko, SpPD selaku Dokter dari Divisi Endokrin Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM, menjelaskan Ibu hamil akan mengalami perubahan hormonal.
Salah satunya adalah human placental lactogen, yaitu hormon yang dikeluarkan plasenta ibu hamil, dan ternyata hormon ini mempengaruhi insulin sehingga akan sangat berpengaruh pada ibu yang sebelumnya menderita diabetes.

“Human placental lactogen menyebabkan fungsi insulin jadi lebih lemah karena ada resistensi. Gula darah pada ibu hamil jadi lebih sulit dikendalikan. Hal ini menyebabkan Ibu hamil tersebut akan lebih rentan mengalami hiperglikemia atau tingginya gula darah. Hiperglikemia yang terus terjadi akan meningkatkan risiko komplikasi diabetes, yang salah satu paling sering adalah retinopati diabetik. Tingginya gula darah selama hamil perlahan bisa merusak pembuluh darah kecil pada mata Ibu Hamil.

Namun, memang tidak berarti retinopati diabetik pasti akan dialami ibu hamil. Bisa saja memang sebelum hamil, wanita tersebut sudah memiliki retinopati diabetik yang tidak pernah disadari.
Kerusakan pada retina mata bisa menjadi progresif saat hamil. sehingga, pasien diabetes yang sedang hamil wajib menjaga kadar gula darah agar terhindar dari beragam komplikasi yang ditimbulkan.

Ibu Hamil yang menderita Diabetes bisa menjalani pemeriksaan foto fundus untuk melihat area retina mata. Hal ini untuk mendeteksi retinopati diabetik pada tahap awal. Dan untuk selanjutnya dilakukan terapi untuk mencegah kerusakan retina menjadi lebih buruk dan mencegah kerusakan sampai ke bagian makula.

Pengobatan dini retinopati diabetik pada ibu hamil akan mencegah gangguan pengelihatan lebih parah, untuk bahkan terjadinya kebutaan. Sehingga, apabila sudah terkena komplikasi diabetes pada mata, maka pasien diharapkan lebih peduli untuk mengontrol kadar gula darah secara rutin dan selalu mengkonsumsi obat dari dokter.

Ringkasan:
  • Fungsi insulin pada ibu hamil yang menderita diabetes akan lebih lemah sehingga kadar gula darah lebih sulit dikontrol,
  • Kadar gula darah yang tinggi karena sulit dikontrol akan menyebabkan komplikasi, salah satunya adalah retinopati diabetik,
  • Retinopati diabetik adalah rusaknya retina mata pada pasien diabetes dan apabila tidak segera diatasi bisa memicu kebutaan.

Bahaya Diabetes Mellitus tidak Terkontrol

Bahaya Diabetes Mellitus
Banyak penderita diabetes tidak mengetahui bahaya komplikasi akibat penyakit Diabetes  Mellitus (DM) yang dialami. Dan tahukah anda, apabila tingginya angka kematian pada penderita DM disebabkan oleh komplikasi dari penyekit tersebut. Pengetahuan mengenai komplikasi DM perlu diketahui dan dipahami oleh pasien dan keluarga agar bisa mengerti langkah apa yang harus dilakukan untuk meminimalkan komplikasi Diabetes  Mellitus.

Adapun beberapa komplikasi DM yang perlu diperhatikan adalah gagal ginjal, hipertensi, Retinopati Diabetik, gagal jantung, ulkus / gangren Diabetik, dan hiperkolesterol.

Gagal ginjal pada pasien diabetes terjadi karena kerusakan sel-sel ginjal yang progresif akibat tingginya atau tidak terkontrolnya kadar gula. Apabila kondisi ini dibiarkan terus menerus yang harus dilakukan cuci darah rutin dua kali dalam satu minggu.

Penderita DM juga beresiko tinggi menderita hipertensi dan hiperkolesterol. Pada kadar gula yang tinggi terjadi gangguan metabolisme lemak dan kekakuan pembuluh darah. Dengan membuat stabil gula darah maka diharapkan akan meminimalkan terjadinya komplikasi yang sangat ditakutkan oleh pasien diabetes.

Retinopati Diabetik adalah kerusakan retina yang sering dialami oleh pasien diabetes. Adapun gejala awal adalah hanya berupa gangguan penglihatan ringan, namun apabila tidak segera ditangani dengan baik bisa menjadi kebutaan permanen. Adapun untuk mengatasi gejala ringan bisa dilakukan koagulasi laser, yang terbukti cukup efektif memperbaiki Retinopati Diabetik.

Ulkus atau gangren Diabetik terjadi karena kadar gula darah tinggi paa pasien diabetes akan mempermudah bakteri pada luka berkembang. Selain itu sistem syaraf dan sirkulasi darah juga terganggu, dan yang perlu diwaspadai adalah apabila infeksi sampai menembus tulang, tindakan amputasi harus dilakukan agar infeksi tidak menyebar.

Pasien Diabetes juga berisiko mengalami penyumbatan pembuluh darah di jantung sehingga nutrisi dan oksigen tidak tercukupi, kondisi ini menyebabkan terjadinya kematian sel-sel jantung dan lama kelamaan akan memicu gagal jantung.

Cara Mencegah Komplikasi pada Pasien Diabetes

Untuk mencegah komplikasi ada Pasien DM adalah dengan menjaga  agar  kadar gula darahnya (GD) stabil pada range normal (GD sewaktu 100 – 140 mg/dl, GD puasa 90 – 110 mg/dl). Hal ini bisa dilakukan dengan edukasi, diet, olah raga dan obat-obat.

Diabetes  Mellitus tidak bisa disembuhkan, namun bisa dikendalikan, sehingga komplikasi dapat dihindari. Pasien DM harus membatasi kalori yang di konsumsi setiap hari, kalori yang dianjurkan adalah 1700 kal/hari (gemuk), 1900 kal /hari (sedang), 2100 kal (kurus) dan melakukan olah raga. Adapun jenis olah raga yang dianjurkan adalah olahraga yang semua anggota badan bergerak seperti renang, lari/treadmill, senam, dll. Adapun Frekuensinya adalah 5 kali seminggu (minimal 30 menit) atau 3 kali dalam sepekan (minimal 45 menit).

Pasien harus berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan obat yang akan dogunakan dan berapa dosis yang akan digunakan. Pasien Diabetes  Mellitus juga harus melakukan pemeriksaan dan mengkonsumsi obat secara rutin. Semoga dengan usaha mengontrol kadar gula darah tetap normal, komplikasi DM bisa di hindarkan.

Ringkasan:
  • komplikasi Penyakit Diabetes Mellitus yang sering terjadi seperti gagal ginjal, hipertensi, Retinopati Diabetik, gagal jantung, ulkus / gangren Diabetik, dan hiperkolesterol,
  • Retinopati Diabetik adalah gangguan kesehatan mata yang pada gejala ringan bisa di atasi dengan koagulasi laser,
  • Untuk mengontrol kadar gula darah pasien DM harus melakukan diet, olah raga, melakukan pemerisaan rutin dan rutin mengkonsumsi obat-obat yang diberikan dokter.

AWAS! Kanker Sering Terjadi pada Anak

Mengobati Kanker pada Anak
Kanker merupakan penyakit yang bisa menyerang siapapun bahkan tidak dibedakan berdasarkan usia, termasuk juga bisa menyerang anak-anak bahkan juga bayi sekalipun. Penyebab mengapa sel-sel menjadi tidak terkendali sehingga memicu kanker, sampai sekarang tidak diketahui secara pasti.

Menurut dr Anky Tri Rini KE, SpA-Onk saat ini setidaknya ada sekitar 200 jenis kanker. Bahkan jenis kanker pada orang dewasa juga bisa menyerang anak, tetapi ada juga yang tidak. Adapun Jenis Kanker yang Sering Terjadi pada Anak, adalah sebagai berikut:
  • Leukemia atau kanker darah adalah jenis kanker yang paling banyak ditemukan pada anak-anak. Jenis kanker ini berbeda dengan jenis kanker lainnya, karena leukemia adalah jenis kanker cair, bukan kanker yang berupa tumor. Leukemia kongenital, merupakan kanker yang sudah dibawa sejak lahir, dan jenis kanker ini juga bisa menyebar ke organ tubuh lainnya. Pada anak laki-laki, bisa menyebar ke buah zakar atau testis. Adapun menyebarnya kanker ke alat kelamin anak laki-laki ini bisa dilihat jika besarnya testis kanan dan kiri tidak sama.
  • Retinoblastoma adalah kanker bola mata yang juga cukup sering menyerang anak-anak. Gejala awal Retinablastoma adalah mata anak terlihat seperti mata kucing, mata merah, dan mata juling. Retinablastoma ini bisa menyebabkan benjolan pada mata.
  • Neuroblastoma merupakan kanker pada sistem saraf anak. Kanker ini berbentuk tumor padat yang bisa muncul di beberapa bagian tubuh, dan sering kali muncul benjolan pada perut anak, yang ditandai dengan perut membesar dan padat ketika diraba.
  • Kanker tulang, tidak hanya menyerang orang dewasa, namun juga bisa menyerang anak-anak. Adapun gejalanya bisa berupa besarnya tungkai kaki yang tidak sama, dan yang perlu diwaspadai adalah Kanker tulang bisa menyebar ke paru-paru anak.
  • Kanker hati dan ginjal, merupakan salah satu kanker yang juga bisa menyerang anak-anak. Adapun gejalanya adalah perut anak yang semakin buncit dan apabila diraba muncul benjolan.
  • Kanker indung telur, merupakan salah satu jenis kanker yang memang jarang terjadi pada anak anak, dan hanya menyerang anak perempuan. dr Anky Tri Rini KE, SpA-Onk sendiri mengatakan pernah mendapati pasien kanker indung telur yang saat itu usia pasien masih belasan tahun atau masih SMP.
Ringkasan:
  • Ada sekitar 200 jenis kanker yang saat ini telah ditemukan dan bisa menyerang siapa saja,
  • Kanker tidak hanya menyerang orang dewasa, namun juga bisa dialami oleh anak-anak bahkan oleh bayi yang baru dilahirkan,
  • Kanker yang Sering Terjadi pada Anak seperti, Leukemia, Retinoblastoma, Neuroblastoma, Kanker tulang, Kanker hati dan ginjal dan Kanker indung telur.

Cara Mengenali Gejala Awal Kanker Serviks

Mendeteksi Kanker Serviks
Kanker Serviks atau kanker leher rahim termasuk jenis kanker yang paling banyak dialami wanita di Indonesia. Namun sampai sekarang juga masih banyak yang belum sadar untuk melakukan deteksi dini kanker ini. Adapun Penyebab Kanker serviks adalah Human Papilloma Virus (HPV) yang umumnya menular melalui hubungan suami istri. Sehingga bagi wanita yang sudah menikah, mempunyai resiko tinggi terkena kanker serviks dan seharusnya melakukan deteksi dini kanker.

Deteksi dini untuk mengetahui ada tidaknya sel kanker bisa dilakukan dengan metode pap smear maupun IVA. Hal ini untuk meningkatkan peluang kesembuhan pasien lebih tinggi, karena kanker bisa diobati dengan baik, apabila masih dalam tahap awal pertumbuhan.

Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Ketua Yayasan Kanker Indonesia Prof. Dr Aru Wisaksono Sudoyo, SpPd-KHOM "Deteksi dini juga harus berada di garis depan. Kalau kanker ditemukan stadium satu atau dua, harapan sembuhnya tinggi, pengobatan lebih cepat, lebih murah,". Bahkan apabila telah ditemukan masih lesi prakanker, bisa dicegah berkembang jadi kanker menggunakan metode krioterapi atau metode pendinginan. Beliau juga mengatakan, untuk meningkatkan kesadaran pentingnya deteksi dini, sangat diperlukan edukasi kepada masyarakat tak hanya di kota-kota besar.

Untuk itu, edukasi kanker serviks dilakukan tidak hanya kepada masyarakat, para tenaga kesehatan, seperti bidan dan dokter umum juga diberikan edukasi mengenai kanker serviks. Direktur SDM dan Umum Garuda Indonesia Sari Suharso menjelaskan, edukasi mengenai kanker serviks diberikan kepada sekitar 700 peserta.

Khusus untuk tenaga kesehatan, mereka mendapatkan pelatihan menggunakan metode pap smear dan IVA, serta menggunaan alat krioterapi oleh YKI dan tenaga kesehatan dari sejumlah rumah sakit. Pemerinta sebaiknya juga melakukan program untuk pemeriksaan pap smear maupun IVA secara gratis.  Tujuannya tentu di kemudiian hari angka kejadian kanker serviks lebih rendah, baik angka kesakitan dan kematiannya.

Untuk itu, jangan tunggu muncul keluhan untuk melakukan deteksi dini kanker serviks. Pencegahan kanker serviks bahkan juga sudah bisa dilakukan sejak kecil. Sebab, kanker serviks adalah satu-satunya kanker yang bisa dicegah dengan vaksin.

Ringkasan:
  • Kanker Serviks merupakan salah satu jenis kanker yang paling banyak dialami wanita di Indonesia,
  • Penyebab Kanker Serviks adalah Human Papilloma Virus (HPV) yang bisa menular saat hubungan suami istri,
  • Pencegahan Kanker Serviks bisa dilakukan sejak kecil, yaitu dengan melakukan vaksinasi.

Cara Menghitung Masa Subur Wanita setelah Menstruasi

Cara Menghitung Masa Subur setelah Haid
Menghitung Masa Subur Wanita setelah Menstruasi adalah salah satu cara untuk bagaimana mencapai kehamilan untuk istri. Hal ini tentu berkaitan erat dengan program anda untuk merencanakan kehamilan, sehingga anda perlu memiliki catatan periode menstruasi. Siklus menstruasi merupakan rentang hari sejak hari pertama menstruasi hingga hari pertama menstruasi berikutnya. Adapun siklus menstruasi wanita yang normal terjadi setiap  21 - 35 hari.  Hari ke-1 (satu) pada Siklus Menstruasi adalah hari pertama menstruasi terjadi.

Menstruasi dimulai pada hari pertama saat dinding rahim meluruh dan menjadi darah, keluar dari alat kelamin wanita. Pada masa menstruasi, sel telur akan berkembang di dalam ovarium. Saat sel telur sudah matang, ovarium akan melepaskan sel telur tersebut danperistiwa ini disebut ovulasi.

Ovulasi terjadi sekitar 12 – 14 hari sebelum hari pertama menstruasi. Namun memang hari terjadinya ovulasi tergantung pada siklus menstruasi. Apabila siklus Anda pendek, misalnya hanya 22 hari, maka ovulasi dapat terjadi hanya beberapa hari setelah menstruasi berakhir. Jadi, waktu ovulasi bisa berbeda pada tiap wanita.

Masa Subur Wanita berkisar di sekitar waktu ovulasi, kira-kira dalam lima hari sebelum ovulasi terjadi. Pada wanita dengan siklus menstruasi 28 hari, masa subur wanita adalah 12 – 16 hari sebelum masa menstruasi berikutnya. Dalam kata lain, rata-rata wanita mengalami masa subur di antara hari ke-10 hingga hari ke-17 setelah hari pertama menstruasi sebelumnya.

Hal yang menjadi tantangan adalah pada umumnya lama masa menstruasi wanita bisa berubah dari waktu ke waktu, biasanya berlangsung 2-7 hari. Kondisi ini membuat ovulasi dapat berbeda sepekan lebih cepat atau lebih lambat dibanding periode selanjutnya.

Selain proses ovulasi, terjadinya kehamilan sangat ditentukan oleh proses sperma menjangkau sel telur. Agar dapat hamil, sel telur yang telah matang ini harus dibuahi dalam waktu 12 hingga 24 jam. Dan tentu sperma yang bisa membuahi adalah sperma yang berkualitas baik.

Untuk memperkuat prediksi Puncak Masa Subur, Anda bisa menggunakan beberapa indikator lain mengetahui Puncak Masa Subur Wanita seperti:
  • Suhu basal tubuh meningkat. Suhu basal tubuh adalah suhu tubuh saat bangun di pagi hari, yang normalnya adalah 35,5 – 36.6 derajat celcius. Namun apabila suhu tubuh Anda meningkat sedikit lebih tinggi dari angka tersebut, bisa menjadi indikasi Anda telah mengalami ovulasi dalam 1 – 2 hari terakhir.
  • Adanya lendir dari mulut rahim dengan ciri berwarna bening, licin, dan elastis, seperti putih telur mentah. Cairan ini yang akan memperlancar dan melindungi jalannya sperma menuju tuba falopi sehingga terjadi pembuahan.
  • Nyeri ringan hingga berat pada perut atau salah satu bagian punggung. Beberapa wanita merasakan hal ini di saat mengalami puncak masa subur. Atau beberapa wanita juga mengalami lebih bergairah, lebih bersemangat, dan lebih mudah bersosialisasi saat mengalami masa subur.
Dengan mengetahui cara menghitung masa subur setelah menstruasi, Anda akan menjadi lebih mudah dalam merencanakan kehamilan dan mengevaluasi kesehatan reproduksi. Apabila cara diatas telah anda lakukan namun dalam waktu 6 bulan belum terjadi kehamilan segera lakukan konsultasi dengan dokter S.Pog, agar dilakukan pemeriksaan lebih detail.

Ringkasan:
  • Siklus menstruasi wanita yang normal terjadi setiap  21 - 35 hari,
  • Ovulasi terjadi sekitar 12 – 14 hari sebelum hari pertama menstruasi,
  • Menghitung masa subur setelah menstruasi akan mempermudah merencanakan kehamilan dan mengevaluasi kesehatan reproduksi.
Support : Profil Saya |
Copyright © 2013 - 2016. Tips Kesehatan Untuk Keluarga - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger