Bahaya Pengharum Ruangan terhadap Kesuburan
Pengharum Ruangan sering digunakan banyak keluarga sebagai penambah suasana menyenangkan, selain kebersihan dan keindahan ruangan rumah. Namun ternyata tidak sedikit yang tahu mengenai penggunaan pengharum ruangan atau pengharum mobil ternyata dapat memberikan dampak negatif untuk kesehatan termasuk kesehatan reproduksi.
Bahaya pengharum ruangan tergantung dari jenis dan bentuk dari pengharum ruangan, yang biasanya berbentuk padat, cair atau semprot. Hal ini dikarenakan adanya perbedaan komponen kimia yang aktif di dalam pengharum ruangan tersebut. Pengharum ruangan yang digunakan dengan cara disemprot mempunyai resiko lebih tinggi terhadap gangguan kesehatan, karena mengandung phthalates sehingga mempengaruhi ketidakseimbangan reproduksi.
Ketidakseimbangan reproduksi yang dimaksud adalah adanya penurunan hormon testeron pada laki-laki, sedangkan pada wanita dapat menyebabkan masalah kehamilan dan reproduksi. Sebuah penelitian diketahui bahwa kandungan zat kimia yang sering digunakan untuk pengharum ruangan dapat memicu terjadinya sel kanker. Sedangkan pengharum ruangan dalam bentuk spray, diketahui dapat menyebabkan asma.
Setelah mengatahui bahaya pengharum ruangan tersebut diatas, sebaiknya anda menggunakannya disaat keluarga tidak sedang didalam ruangan tersebut tanpa ada ventilasi yang mengatur keluar masuknya udara secara lancar.
Selain itu, sebaiknya anda memilih pengharum ruangan dengan bahan yang alami dengan bahan dasar air. Akternatif lain penggunaan pengharum ruangan adalah dengan menggunakan pengharum alami seperti kayu cemara dan cendana yang dapat mengeluarkan aroma harum. Untuk mengurangi bau pengap pada ruangan, pastikan sirkulasi udara lancar atau anda bisa menggunakan karbon aktif silika gel yang dapat penyerap bau. Lingkungan rumah yang sehat dapat diciptakan, sehingga kesehatan keluarga dan kesehatan reproduksi dapat tetap terjaga.
Ringkasan:
Bahaya pengharum ruangan tergantung dari jenis dan bentuk dari pengharum ruangan, yang biasanya berbentuk padat, cair atau semprot. Hal ini dikarenakan adanya perbedaan komponen kimia yang aktif di dalam pengharum ruangan tersebut. Pengharum ruangan yang digunakan dengan cara disemprot mempunyai resiko lebih tinggi terhadap gangguan kesehatan, karena mengandung phthalates sehingga mempengaruhi ketidakseimbangan reproduksi.
Ketidakseimbangan reproduksi yang dimaksud adalah adanya penurunan hormon testeron pada laki-laki, sedangkan pada wanita dapat menyebabkan masalah kehamilan dan reproduksi. Sebuah penelitian diketahui bahwa kandungan zat kimia yang sering digunakan untuk pengharum ruangan dapat memicu terjadinya sel kanker. Sedangkan pengharum ruangan dalam bentuk spray, diketahui dapat menyebabkan asma.
Tips Penggunaan Pengharum Ruangan
Setelah mengatahui bahaya pengharum ruangan tersebut diatas, sebaiknya anda menggunakannya disaat keluarga tidak sedang didalam ruangan tersebut tanpa ada ventilasi yang mengatur keluar masuknya udara secara lancar.
Selain itu, sebaiknya anda memilih pengharum ruangan dengan bahan yang alami dengan bahan dasar air. Akternatif lain penggunaan pengharum ruangan adalah dengan menggunakan pengharum alami seperti kayu cemara dan cendana yang dapat mengeluarkan aroma harum. Untuk mengurangi bau pengap pada ruangan, pastikan sirkulasi udara lancar atau anda bisa menggunakan karbon aktif silika gel yang dapat penyerap bau. Lingkungan rumah yang sehat dapat diciptakan, sehingga kesehatan keluarga dan kesehatan reproduksi dapat tetap terjaga.
Ringkasan:
- Pengharum ruangan berbentuk padat, cair atau semprot banyak yang mengandung zat kimia pemicu gangguan reproduksi dan penyebab asma,
- Zat kimia yang sering digunakan untuk pengharum ruangan diketahui juga dapat memicu terjadinya sel kanker,
- Untuk menghindari efek buruk pengharum ruangan sebaiknya memilih pengharum ruangan yang alami dan pastikan sirkulasi udara ruangan lancar.
Post a Comment for "Bahaya Pengharum Ruangan terhadap Kesuburan"