Cara Mencegah Kematian Pasien Demam Berdarah
Kematian Pasien Demam Berdarah akhir-akhir ini semakin banyak terjadi, dan sampai hari ini pun kejadian ini terus bertambah. Ya, seiring dengan perubahan musim, seperti biasanya nyamuk Aides aegepty kembali menjadi ancaman terhadap kesehatan masyarakan. Banyak Rumah Sakit yang akhirnya tidak lagi mampu menampung pasien DBD, karena memang wabah ini semakin menggila.
Gejala Demam Berdarah yang tidak jauh berbeda dengan demam biasa, menjadi aspek yang kadang kurang diperhatikan oleh masyarakat. Padahal apabila telat ditangani Kematian Pasien Demam Berdarah tidak dapat dihindari. Kunci utama diagnosa awal Demam Berdarah adalah terjadi demam yang di ibaratkan seperti menaiki pelana kuda, naik turun.
Dan agar lebih mudah memahami mengenai Gejala kenaikan suhu tubuh pasien Demam Berdarah dibagi menjadi 4 tingkatan:
Derajat I, terjadi Demam 2–7 hari yang memiliki gejala umum tidak khas, uji tourniquet hasilnya positif.
Derajat II, masih sama ama dengan derajat I di tambah dengan gejala–gejala pendarahan spontan seperti munculnya bintik-bintik merah pada kulit), mimisan tanpa sebab, muntah darah, BAB berwarna hitam encer, dan terjadi perdarahan gusi telinga..
Derajat III, Pasien Demam Berdarah mengalami shock ditandai dengan gejala kegagalan peredaran darah seperti nadi lemah dan cepat (>120/menit) tekanan nadi sempit.
Untuk Mencegah Kematian Pasien Demam Berdarah perawatan harus dilakukan sedini mungkin, dengan cara paling ampuh adalah memberikan Pasiean DBD cukup cairan. Karena Secara keseluruhan sampai saat ini DBD tidak ada obatnya. Sehingga Pasien hanya akan diobati persimpton atau bergejala yang dialami.
Sebagai contoh apabila pasien mengalami demam maka akan diberi obat demam. Apabila Pasien DBD mengalami mual diberi obat mual. Termasuk apabila pasien mengalami pendarahan hebat, pasien DBD akan menerima transfusi trombosit. Adapun syarat transfusi trombosit sama seperti transfusi darah umumnya, yaitu harus dari golongan darah yang sama dengan pasien.
Pasien DBD juga disarankan untuk minum jus jambu dan sari kurma, dengan tujuan untuk meningkatkan jumlah trombosit pasien DBD, menghindari memakan makanan yang keras untuk menghindari terjadinya pendarahan di perut.
Ringkasan:
Gejala Demam Berdarah yang tidak jauh berbeda dengan demam biasa, menjadi aspek yang kadang kurang diperhatikan oleh masyarakat. Padahal apabila telat ditangani Kematian Pasien Demam Berdarah tidak dapat dihindari. Kunci utama diagnosa awal Demam Berdarah adalah terjadi demam yang di ibaratkan seperti menaiki pelana kuda, naik turun.
Dan agar lebih mudah memahami mengenai Gejala kenaikan suhu tubuh pasien Demam Berdarah dibagi menjadi 4 tingkatan:
Derajat I, terjadi Demam 2–7 hari yang memiliki gejala umum tidak khas, uji tourniquet hasilnya positif.
Derajat II, masih sama ama dengan derajat I di tambah dengan gejala–gejala pendarahan spontan seperti munculnya bintik-bintik merah pada kulit), mimisan tanpa sebab, muntah darah, BAB berwarna hitam encer, dan terjadi perdarahan gusi telinga..
Derajat III, Pasien Demam Berdarah mengalami shock ditandai dengan gejala kegagalan peredaran darah seperti nadi lemah dan cepat (>120/menit) tekanan nadi sempit.
Derajat IV, Nadi tidak teraba, tekanan darah tidak terukur dengan denyut jantung >-140 mmHg, apabila diraba anggota gerak terasa dingin, berkeringat dan kulit tampak membiru. Dan pada tingkatan ini Pasien DBD harus segera dirawat ke ruang perawatan intensif (ICU) dan di rawat secara intensif sehingga nyawanya bisa terselamatkan.
Untuk Mencegah Kematian Pasien Demam Berdarah perawatan harus dilakukan sedini mungkin, dengan cara paling ampuh adalah memberikan Pasiean DBD cukup cairan. Karena Secara keseluruhan sampai saat ini DBD tidak ada obatnya. Sehingga Pasien hanya akan diobati persimpton atau bergejala yang dialami.
Sebagai contoh apabila pasien mengalami demam maka akan diberi obat demam. Apabila Pasien DBD mengalami mual diberi obat mual. Termasuk apabila pasien mengalami pendarahan hebat, pasien DBD akan menerima transfusi trombosit. Adapun syarat transfusi trombosit sama seperti transfusi darah umumnya, yaitu harus dari golongan darah yang sama dengan pasien.
Pasien DBD juga disarankan untuk minum jus jambu dan sari kurma, dengan tujuan untuk meningkatkan jumlah trombosit pasien DBD, menghindari memakan makanan yang keras untuk menghindari terjadinya pendarahan di perut.
Ringkasan:
- Kematian akibat penyakit Demam Berdarah terus bertambah dan bahkan terjadi disetiap wilayah di Indonesia,
- Penanganan Pasien Demam Berdarah harus intensif dimulai saat adanya gejala Demam yang naik turun,
- Gejala naik turun suhu tubuh pasien Demam Berdarah dibagi menjadi 4 tingkatan, dengan perlakuan berbeda di masing-masing tingkatan.
Post a Comment for "Cara Mencegah Kematian Pasien Demam Berdarah"