Pertumbuhan Janin Terganggu Karena Lemak Berlebih

Penyebab Gangguan Pertumbuhan Janin
Pertumbuhan Janin Terganggu bisa terjadi karena tidak terkontrolnya berat badan (BB) wanita sebelum hamil dan selama kehamilan. Adapun berat badan ibu hamil harus sesuai dengan rambu-rambu yang ada, dengan harapan kehamilan yang dijalani lebih sehat, dan pertumbuhan janin di dalam kandungan juga bisa maksimal.

Ibu hamil yang terlalu kurus, tentu harus menambah porsi makan, namun tentu jumlahnya tidak harus berlebihan. Dan pertambahan berat badan selama hamil diperlukan untuk mencegah kelahiran prematur dan berat badan lahir rendah (BBLR) pada bayi. namun juga perlu diketahui bahwa kenaikan berat badan yang tidak mencapai target dalam masa kehamilan, ternyata tidak begitu berpengaruh terhadap keadaan kehamilan. Sehingga, tidak perlu dilakukan usaha yang terlalu keras untuk menaikkan BB ini, atau bahkan hingga menyebabkan stress pada ibu hamil.

Penambahan Berat Badan Ibu Hamil yang terlalu drastis justru dapat berakibat pada timbulnya obesitas. Anggapan yang salah apabila perut ibu hamil yang tampak kecil menandakan janin dalam kandungan tidak tumbuh dengan baik. Padahal, perut yang tampak kecil umumnya disebabkan oleh lapisan lemak pada dinding perut ibu yang masih tipis dan bukan karena pertumbuhan janin di dalam kandungan yang terganggu.

Rasa Tidak nyaman ini yang biasanya memacu ibu hamil untuk makan berlebihan agar perut tampak lebih besar. Mereka menganggap bahwa apabila ibu sudah gemuk maka janin dalam kandungan juga tumbuh maksimal. Padahal yang membesar dengan makan berlebihan adalah lapisan lemak dalam dinding perut ibu, bukan janin di dalam kandungan.

Pertumbuhan janin pada ibu hamil pada trimester I hingga menjelang akhir trimester II, sebenarnya relatif sama. Sedikit pengecualian pada ibu hamil yang mengalami penyakit ginjal kronis. Dan setelah awal trimester III, pertumbuhan janin bisa menyimpang dari kurva pertumbuhan normal (terlambat atau berlebihan).

Pertumbuhan Janin pada Ibu Obesitas


Obesitas pada saat hamil bisa memicu obesitas dalam jangka panjang. Namun, memang saat hamil sebaiknya hamil tidak melakukan diet. Penurunan BB tidak boleh dilakukan dalam kehamilan, dan yang perlu dicermati adalah kalori yang masuk ke dalam tubuh seimbang.

Pertambahan kalori ibu hamil cukup sekitar 100-300 kal per hari. Hal ini bertujuan agar Berat Badan Ibu Hamil yang telah mengalami obesitas tidak naik terlalu cepat. Karena janin yang masih berukuran kecil (pada trimester I dan II) tidak membutuhkan nutrisi dalam jumlah banyak. Selanjutnya pada usia kehamilan paruh trimester II kehamilan, kenaikan Berat Badan Ibu Hamil, diusahakan tidak melebihi 500 gr per minggu.

Adapun langkah utama yang harus dilakukan ibu hamil yang obesitas adalah mengurangi konsumsi makanan berlemak tinggi ( goreng-gorengan), makanan yang meningkatkan kadar gula darah dengan cepat (biskuit, mi, roti, bihun, spageti, kue, atau buah yang manis). Khusus untuk buah-buahan, sebaiknya di konsumsi utuh dan tidak dalam bentuk jus, karena jus buah meski tidak ditambah dula dapat menaikkan kadar gula darah dengan cepat.

Faktor yang memengaruhi perkembangan janin


Pertumbuhan janin tidak hanya ditentukan oleh berat badan ibu sebelum hamil, atau kenaikan berat badan selama hamil. Namun juga dipengaruhi oleh faktor genetik dan ukuran pembuluh darah dari ibu hamil ke rahim dan plasenta, yang menjadi saluran makanan untuk janin di dalam kandungan.

Rahim wanita yang tidak hamil menerima suplai darah sekitar 50 ml per menit. Sedangkan pada saat hamil, pembuluh darah rahim menerima suplai darah sekitar 600 ml per menit. Sehingga apabila terjadi gangguan perkembangan pembuluh darah rahim, janin di dalam kandungan tidak akan tumbuh dengan. Dan hal ini bisa diperiksa melalui pemeriksaan ultrasonografis Doppler (USG Doppler).

Aspek yang juga mempengaruhi perkembangan janin di dalam kandungan adalah kebiasaan mengonsumsi narkoba dan rokok pada wanita. Kebiasaan buruk ini juga dapat menyebabkan perkembangan janin menjadi buruk, bahkan dapat menyebabkan kelahiran prematur dan Berat Badan Bayi Lahir yang rendah.

Ringkasan:
  • Pertumbuhan Janin Terganggu bisa memicu berat badan lahir rendah bahkan kelahiran prematur,
  • Pertumbuhan Janin di dalam kandungan tidak begitu dipengaruhi oleh kenaikan berat badan ibu hamil,
  • Faktor yang lebih memengaruhi perkembangan janin adalah faktor genetik, perkembangan pembuluh darah rahim dan Kebiasaan buruk ibu hamil.



Related Posts :


Comments
0 Comments

0 komentar:

Support : Profil Saya |
Copyright © 2013 - 2017. Tips Kesehatan Untuk Keluarga - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger