Cara Agar ASI Cepat Keluar Setelah Melahirkan

Mempercepat ASI Keluar
ASI tidak keluar sering menjadi keluhan Bunda setelah persalinan, sehingga memicu rasa khawatir karena takut buah hati kekurangan asupan cairan. Produksi ASI sebenarnya telah disiapkan saat Bunda Hamil, hal ini ditandai dengan mulai banyak dan membesarnya sel-sel penghasil ASI mulai. Pada usia kehamilan minggu ke-16 ASI sudah mulai diproduksi, Namun memang masih dihambat oleh hormon kehamilan, sehingga produksi ASI belum sepenuhnya terjadi.

Saat plasenta lahir, hormon-hormon kehamilan yang tadi menghambat produksi ASI akan turun dan dalam waktu 30-72 jam setelah plasenta terlepas, mulailah terbentuk ASI transisi yaitu ASI peralihan dari kolostrum ke ASI matang. Dan di hari ke-9 setelah pesalinan p*yudar* mulai membentuk ASI yang matang.

Adapun caranya Agar ASI Cepat Keluar Setelah Melahirkan adalah memberi kesempatan pada bayi untuk menyusu sesering mungkin. Hal ini dikarenakan keberadaan hormon prolaktin dan oksitosin sangat dipengaruhi oleh hisapan bayi.

Hormon oksitosin yang bertugas mengeluarkan ASI memiliki sistem kerja yang unik, hormon ini bisa mulai muncul sejak sebelum bayi menyusu. Hormon ini sangat mudah dipengaruhi pikiran, perasaan dan sensasi yang ditangkap oleh indera Bunda. Sehingga Perasaan senang, kasih sayang dan percaya diri akan membantu oksitosin bekerja. Aktifitas seperti menatap dan menyentuh buah hati juga akan membantu refleks oksitosin. Sehingga sering kali ketika mendengar bayi tangisan bayi atau bahkan baru saja teringat kepada bayinya, Bunda sudah dapat merasakan ASI menetes keluar.

Sebaliknya, perasaan negatif seperti rasa sakit, khawatir, atau ragu-ragu akan menghambat oksitosin. misalnya. Apabila refleks oksitosin Bunda tidak bekerja dengan baik, maka ASI akan sulit keluar, dan bisa membuat Bunda berfikir seakan-akan belum ada ASInya.

Dari uraian diatas bisa kita simpulkan Cara Agar ASI Cepat Keluar Setelah Melahirkan yang paling utama adalah:
  • Inisiasi Menyusu Dini (IMD) segera setelah lahir metode ampuh untuk mempercepat ASI keluar.
  • Setelah Inisiasi Menyusu Dini selesai, kebersamaan Bunda dan bayi dilanjutkan dengan rawat gabung. Selalu dekat dengan bayi akan menenangkan hati Bunda dan memudahkan Bunda merespon kebutuhan bayi.
  • Bunda juga memerlukan dukungan dari sekitar agar perasannya tetap positif. Suami, keluarga, tenaga medis yang membantu persalinan, sebaiknya adalah pihak-pihak yang telah siap dengan dukungan penuh untuk menyusui.
  • Bunda harus berusaha untuk senantiasa berpikiran positif, dukungan sempurna tidak selalu didapatkan. Melengkapi diri dengan kesiapan mental dan pengetahuan yang cukup, akan sangat membantu kesiapan menyusui.
  • Bunda bisa menggunakan berbagai metode untuk memperlancar proses produksi dan keluarnya ASI, seperti : kompres hangat, mandi air hangat, masase p*yudar*, pijat oksitosin (pijat punggung atas), mempraktikkan teknik relaksasi dan melakukan stimulus pada puting (sentuh, putar) secara halus dan hati-hati dengan tujuan merangsang refleks oksitosin.
Memerah ASI Agar ASI Cepat Keluar

Apabila saat Inisiasi Menyusu Dini dan dalam 6 jam pertama bayi belum lancar menyusu, Bunda sebaiknya sudah mulai memerah ASI yang masih dalam bentuk kolostrum dan memberikannya kepada bayi dengan cara manual. Hal ini untuk menjamin asupan bayi dan melancarkan proses produksi ASI. Bunda bisa menampung kolostrum di sendok dan langsung meminumkannya ke buah hati.

Saat ASI dikeluarkan secara rutin, maka p*yudar* terpacu untuk memproduksi ASI untuk  kegiatan menyusui selanjutnya. Sedangkan apabila tidak dikeluarkan atau terlalu jarang dikeluarkan, maka ASI yang tersisa di p*yudar* akan menghambat produksi ASI.

Hal ini sejalan ketika bayi jarang disusui dan p*yudar* jarang dikosongkan karena manajemen menyusui yang salah, maka p*yudar* akan menganggap produksi ASI terlalu banyak sehingga akan mengurangi produksi ASI. Kondisi ini perlu dihindari, dan pastikan dalam setiap sesi menyusui p*yudar* telah kosong agar produksi ASI tetap lancar. Hal ini bisa dibantu dengan posisi dan pelekatan mulut bayi yang baik dan benar atau bisa juga dengan Memerah ASI secara manual.

Ringkasan:
  • Persiapan produksi ASI telah terjadi di saat Bunda Hamil dan akan mulai efektif setelah plasenta lahir,
  • Semakin sering Bayi menyusu makan produksi ASI akan semakin lancar dan sesuai dengan kebutuhan buah hati,
  • Apabila bayi jarang menyusu atau ASI di p*yudar* tidak dikosongkan maka produksi ASI akan semakin menurun dan tidak cukup untuk kebutuhan Bayi,

Related Posts :


Comments
0 Comments

0 komentar:

Support : Profil Saya |
Copyright © 2013 - 2017. Tips Kesehatan Untuk Keluarga - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger